Selpius Bobii

Published by on November 06, 2020

Gerakan Pemulihan Diri Menuju Pemulihan Bangsa Papua, Jaringan Doa Rekonsiliasi untuk Pemulihan Papua (JDR-P2). Yesus berfirman: Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah,’ Injil Lukas 18 : 27. Penulis adalah Selpius Bobii, nomor kontak.

Selpius Bobii.

ARTIKEL ROHANI, KABARMAPEGAA.COM--Manusia Papua dan segala yang ada di Tanah Papua berada dalam bayang-bayang kehancuran dan kepunahan. Penindasan terhadap sesama manusia dapat dikatakan ‘tirani’ apabila penindasan itu menjadi sebuah tradisi yang menyebabkan penderitaan paling mengerikan terhadap sesama manusia. Bangsa Papua terpenjara dalam dua kategori tirani di bawah ini:

Pertama, Tirani penindasan Jasmani; Bangsa Papua terpenjara dalam berbagai macam tirani. Tirani yang paling mengancam kelangsungan hidup bangsa Papua adalah tirani Negara (kejahatan negara RI dalam berbagai bentuk dan cara) yang bekerja sama dengan swasta tertentu dan masyarakat adat tertentu, serta para negara sekutunya.

Kedua, Tirani penindasan Rohani; Kita juga terpenjara dalam tirani dosa. Tubuh rohani kita terpenjara dalam tembok ‘salah dan dosa’. Ada dosa warisan, ada dosa sosial, ada dosa para moyang kita, ada dosa kutukan, ada dosa pribadi (perkataan, pikiran/keinginan, kelalaian, dan perbuatan).

Gerakan pemulihan penting dilakukan untuk membebaskan diri kita dari berbagai macam tirani ini. Untuk itu, ‘pemulihan diri’ adalah ‘kata kunci untuk pemulihan Papua’. Hal-hal penting yang perlu dilakukan dalam pemulihan diri adalah pertama dan terutama pemulihan dalam tiga hubungan:

Pertama, Kita berdamai kembali dengan Allah Tritunggal setelah hubungan kita dengan Tuhan yang telah terputus akibat dosa. Kita harus memulihkan kembali hubungan itu melalui kesadaran dan penyesalan atas salah dan dosanya, serta kita memohon pengampunan dari Tuhan dan bertobat, selanjutnya menjaga kekudusan dalam kebenaran Firman Allah.

Kedua, Kita berdamai terlebih dahulu dengan diri kita, lalu berdamai dengan sesama kita. Agar pemulihan diri dapat terjadi, maka pelepasan pengampunan kepada sesama manusia penting untuk dilakukan; kita melepaskan pengampunan dalam doa kepada orang yang menyakiti atau menindas kita, agar pemulihan diri dapat terjadi. Pelepasan pengampunan itu Bukan supaya kita menerima segala bentuk penindasan dengan hati dan tangan terbuka, tetapi pelepasan pengampunan itu penting dilakukan agar Tuhan juga mengampuni dosa kita dan menjawab kerinduan bangsa Papua. Pelepasan pengampunan ini bukan supaya kita tunduk ditindas, tetapi itu sebagai Pra-Syarat Pemulihan bangsa Papua. Kata Yesus dalam Matius 6: 14 “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di Sorga akan mengampuni dosamu juga”. Ada pula tertulis: “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya Bapamu yang di Sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu” (Markus 11:25); Selain itu, baca juga dalam Injil Matius 6:15, Matius 18:35, dan Lukas 11:4. Ini adalah perintah Tuhan Yesus, maka kita sebagai pengikut Yesus mau atau tidak mau perlu menaati dan melakukan perintah ini.

Ketiga, kita juga wajib berdamai dengan segala sesuatu yang Tuhan ciptakan yang ada di sekitar kita, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Rekonsiliasi atau berdamai kembali dengan semua yang ada di sekitar kita, karena ada yang tersakiti oleh sikap dan perbuatan tidak terpuji yang sering kita lakukan.

Bangsa Papua menjadi Berkat bagi bangsa-bangsa di dunia

Pemulihan diri akan menentukan pemulihan bangsa Papua. Jikalau kita katakan bahwa bangsa Papua adalah bangsa yang diberkati Tuhan dan kita akan memberkati bangsa-bangsa lain, maka syaratnya hanya satu:

‘kita harus memulihkan diri kita masing-masing, agar bangsa Papua dipulihkan oleh Tuhan’ dengan demikian bangsa Papua akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain di dunia dalam penantian kedatangan Yesus yang kedua kali ke dunia ini untuk memimpin Kerajaan 1.000 tahun.

Inilah saatnya untuk kita memulihkan diri. Untuk itu, atas perkenan Tuhan, kami telah membentuk dan meluncurkan JARINGAN DOA REKONSILIASI untuk PEMULIHAN PAPUA (JDR-P2) untuk menjadi agen Pemulihan Diri Menuju Pemulihan Bangsa Papua. Dengan bantuan Roh Kudus, kami sudah siapkan Mazmur Ratapan, Mazmur Rekonsiliasi dan Mazmur Pemulihan Papua. Doa-doa ini, kita doakan pada jam-jam yang telah ditentukan. Sebelum berdoa, terlebih dahulu Anda membaca doa itu untuk mengerti isinya, lalu Anda mengmbil waktu yang tepat untuk berdoa dengan penuh keyakinan, entah doa pribadi atau doa bersama. Jangan Anda anggap remeh dengan doa-doa ini, bagi siapapun yang memandang remeh, ada bahaya berat akan menantinya. Tolong foto copy dan bagikan ke sesama Anda. Terimakasih, Tuhan memberkati. Syalom.

Tunas Harapan, Port Numbay (Jayapura) - Papua, Minggu, 4 Oktober 2020. Selpius Bobii. Pusat Jaringan Doa Rekonsiliasi untuk Pemulihan Papua [ Nomor kontak 0823 9938 1321].

Add What You Do

What You Do

What You Do

What You Do

What You Do

Add Your Past Experiences

Job Title at Company
(2015 - 2016)
Add more information about what you did here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Proin id arcu aliquet, elementum nisi quis, condimentum nibh.

Job Title at Company
(2016 - 2017)
Add more information about what you did here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Proin id arcu aliquet, elementum nisi quis, condimentum nibh.

Job Title at Company
(2017 - 2019)
Add more information about what you did here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Proin id arcu aliquet, elementum nisi quis, condimentum nibh.

» ⟩ Related by Terms
   
» ⟩ 5 More from Related Category: Uncategorized
  • Penderitaan Bangsa Papua dan Sikap dan Tindakan Orang Kristen IndonesiaApril 05, 2021.

    Kita manusia Kristen yang tidak ingin ambil resiko perlawanan terhadap sistem yg menindas adalah candu utopis tentang sorga ilusi. Mengapa demikian, sebab jika seseorang dikatakan kristen berarti di dalam dirinya ada benih-benih pemberontakan terhadap sistem yang menindas. Benih-benih itu bukan sekedar emosi-emosi yang diluapkan dalam bentuk doa-doa kepada otoritas ilahi, tetapi harus lebih berdampak pada […]

  • Rev. Sofyan Yoman: Kita Berdoa Untuk Kesembuhan Bapak Lukas EnumbiApril 04, 2021.

    Terlepas dari polemik, bapak Lukas Enumbi pergi ke PNG melalui jalur resmi atau tidak, kita melihat dari sisi kemanusiaan dan kesehatan bapak Lukas Enumbi, Gubernur Papua.  Kesehatan beliau adalah prioritas. Beliau harus dan segera sembuh, pulih dan kuat untuk melayani rakyat Papua dalam keadaan sehat dan kuat. Mari, kita semua menghadap hadirat kuasa TUHAN dalam […]

  • Doa Puasa 40 Hari 40 Malam Berkuasa Merubah SejarahApril 01, 2021.

    Nabi Yunus diutus Allah untuk menyampaikan perintah Allak kpd kota Niniwe. Ada tertulis dlm kitab Yunus 3:4-5 (TB): Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan […]

  • Dozen of NGOs Urge Indonesia to Pay Attention to West Papua’s SituationMarch 31, 2021.

    03/17/2021 Indonesia (International Christian Concern) – On March 15, 12 international non-government organizations (NGOs) have conveyed the conditions that have been and are happening in West Papua at the 46th Session of the UN Human Rights Council. The groups submitted a joint statement expressing their ongoing concerns about the human rights situation in West Papua, Indonesia. Although the […]

  • Komando Pasukan Operasi Khusus WPRA Siap Berdoa Puasa untuk Pemulihan PapuaMarch 31, 2021.

    Diberitakan dalam situs resmi West Papua Army (WPA), bahwa Komando Pasukan Operasi husus WPRA (West Papua Revolutionary Army) telah siap berdoa dan berpuasa demi pemulihan bangsa dan tanah Papua. Dalam pernyataan ini juga disampaikan kepada seluruh pasukan Operasi Khusus WPRA di manapun Anda berada, tanpa terkecuali untuk turut berpuasa dan berdoa, menghadap tahta kerajaan Allah […]